
Ini rutinitasku tiap malam sebelum
tidur. Membersihkan muka dengan lotion
dan toner bengkoang. Merk perawatan wajah dengan tagline sesuai untuk daerah
tropis. Setelah malang melintang menjelajah berbagai merk facial cleanser,
aku kembali ke merk jadul yang bertahun-tahun berhasil bertahan ditengah
serbuan merk-merk baru yang menjanjikan hasil hanya dalam 2 minggu. Ah, janji
bohong yang anehnya dipercaya banyak wanita. Kuratakan lotion itu ke seluruh
permukaan wajah sampai leher. Diamkan semenit. Kemudian kusapu dengan kapas
kering. Agak rude caraku membersihkan. Kesusu selak ngantuk. Lalu
kuoles tonernya. Sampai ke seluruh area yang tadi kena lotion. Nah, segar
sekarang. Tinggal menggunakan night cream yang kubeli dari klinik
kecantikan tersohor di kotaku. Katanya untuk menghilangkan flek-flek coklat
yang mulai muncul di kulit wajahku. Kupakai krim itu dengan tidak terlalu berharap
wajahku jadi kinclong. Kok bisa tanpa berharap? Iya, aku merasa kalau memakai
krim ini hanya untuk menambal anxiety
feeling daripada tidak memakai.
Begitu. Kira-kira. Senseless banget he…he… Dengan pijatan ringan kusapukan ke
seluruh permukaan wajah. Selesai. Aku mengerjap-kerjapkan mata. Lalu tatapanku
jatuh ke bawah mataku di cermin sana. Ini dia! Kantung mataku yang sejak remaja
memang sudah gelap tampak bertambah gelap. Mungkin karena dulu, aku ini
kutubuku, sehari bisa 8 jam membaca, melahap buku-buku receh sampai filsafat
hingga sekarang kupetik hasilnya. Bukan ilmu yang luar biasa tapi kantung mata
yang merosot tidak mau kencang. Hadeeh. Lalu dengan apa mesti kuhilangkan?
Minimal berkuranglah. Setidaknya kalau kantung mataku ini tidak terlalu tampak,
wajahku bisa terlihat lebih indah. Lalu aku akan berusaha supaya pandanganku
berbinar-binar sehingga banyak laki-laki yang jatuh cinta. Halah…!
Kemudian aku mulai browsing mencari
sebab akibat dan solusi paling tepat untuk menghilangkan kantung mata yang mau
lari saja ini. Di google chrome kuketik ‘cara menghilangkan kantung mata’.
Klik. Ini mengatakan sebabnya ini, itu mengatakan sebabnya itu. Mengatasinya
dengan pakai timun. Ada yang mengatakan pakai teabag bekas yang disimpan di
kulkas lebih dulu. Ada yang menyarankan tomat. Ya, ya… mungkin bisa aku coba.
Biasanya, kalau menggunakan bahan-bahan alami itu hasilnya butuh waktu lama.
Oke. Coba cari produk yang masuk akal. Kuketik lagi ‘krim penghilang kantung
mata’. Oh… salah, ya! Kalau kantung matanya hilang terus kayak apa tampilan
matanya?!! Serammm…!! Aku ulang ‘krim untuk kantung mata hitam’. Klik. Hanya
dalam sekedipan mata ternyata yang keluar ‘krim penghilang kantung mata’.
Setelah membaca beberapa, rasa kepoku tidak terpuaskan. Seakan aku hanya
mendapat opini dari orang-orang yang tidak paham dengan kantung mata. Lagi
kuketik ‘how to get rid of eye bag’. Dalam waktu kurang dari 1 detik muncul
374.000 hasil pencarian. Google memang joss!! Tapi yang lebih joss lagi yang
nulis di google, dong! Ternyata oh ternyata, sama saja isinya. Mungkin
penulis-penulis berbahasa Indonesia hanya menerjemahkan saja. Informasi dari
dua bahasa tapi isinya sama. Tidak perlu su’udzon. Ini bukti bahwa pembelajaran
bahasa Inggris berhasil dengan sangat memuaskan. Lalu aku kembali lagi di situs
bahasa persatuan. Kali ini aku buka ‘rekomendasi 10 krim penghilang kantung
mata’. Baiklah. Aku baca satu persatu, mulai dari pendahuluannya, paparannya,
sampai nama-nama merknya. Rasanya kayak baca proposal penelitian.
Salah satu komposisi
yang penting dari eye cream adalah kandungan pelembap.
Pilihlah eye cream yang banyak mengandung pelembap agar kulit
di sekitar mata Anda tidak mudah kering. Contoh kandungan pelembab ceramides,
proteoglycans, glycosphingolipids, hyaluronic acid, lipids, peptides, collagen,
glyserin, BG, DPG, PCA-Na, dll. Pastikan
eye cream pilihan Anda tidak hanya mampu menjaga dari tanda-tanda
penuaan, tetapi juga mengandung formula yang bisa menjaga kesehatan kulit.
Contoh formula pengencang kulit Retinol, human oligopeptide-1, human
oligopeptide-13, human oligopeptide-14, human oligopeptide-4,
acetylhexapeptide-3, palmitoylpentapeptide-4, acetylhexapeptide-8, fullerene,
ubiquinone, platinum, dan lain-lain. Contoh formula pemeliharan
kesehatan kulit turunan vitamin C, dipotassium glycyrrhizinate, allantoin,
dan lain-lain. Hasil akan didapat dengan pemakaian terus menerus dan
pengaplikasian yang benar.
Dan aku pusing setelah membacanya.
Ternyata urusan kantungmata saja begitu rumitnya. Lalu aku mulai menelusuri
produk-produk yang direkomendasikan. Dari harga 50 ribu sampai 3 juta pertube
dengan berbagai varian volumenya. Haa…! Ada to krim mata yang harganya 3 juta!
Ampyuun…deh. Itu duit buat belanja sebulan! Kembali ke mataku. Ah, aku bingung.
Sebetulnya kantung mataku ini terutama butuh yang kandungan apa, ya? Setelah
menimbang-nimbang, akhirnya dasar seleksinya adalah pengawuran. Kupilih
salah satu yang menurutku paling lengkap diantara produk yang paling murah. Akhirnya
kuputuskan membeli yang seharga 78 ribu/tube isi 20 g. Semoga bisa mengurangi dark
cycle eye and eye bag yang meresahkan wajahku.
Lalu jadilah rutinitas malamku
bertambah dengan pengolesan eye cream dan pemijatan ringan di sekitar mata.
Kali ini aku tidak membeli online karena ada toko kosmetik besar yang aku
lewati tiap kali pulang kantor. Jadi aku beli disana harganya tidak jauh
berbeda dengan tambahan ongkos parkir 3 ribu. Beberapa hari kemudian, aku lupa
sekali. Terus lupa lagi. Terus kucari krim itu kesingsal entah kemana.
Karena tube-nya kecil kadang terselempit di sela-sela alat make-upku
yang lain dan aku malas mencarinya. Lalu ketemu. Lalu kupakai lagi
malamnya. Lalu entah dimana lagi aku
letakkan. Dan seterusnya. Lalu aku lihat kantung mataku lagi. Hmm… masih
seperti kemarin.